Become our Fan

Aug 27, 2008

LULUS KONSERT AVRIL,PENGHINAAN KEPADA NEGARA DAN UMAT ISLAM

Tindakan jemaah menteri meluluskan semula konsert Avril adalah suatu penghinaan kepada negara Malaysia dan umat Islam yang akan menyambut bulan Ramadhan pada bulan september ini. Walaupun Kementerian Kesenian dan Warisan dan PUSPAL telah membatalkan konsert yang akan diadakan pada 29 Ogos ini, tetapi ia diluluskan semula apabila diangkat kepada mesyuarat jemaah menteri semalam.Dewan Pemuda PAS Wilayah Persekutuan membantah dan mengutuk sekeras-kerasnya jemaah menteri yang membuat keputusan ini. Ini suatu tindakan yang kurang ajar, walaupun Shafie Afdal menyatakan bahawa penganjur hiburan diminta menghormati prosedur permohonan permit selepas ini.Ini menunjukkan tidak ada sedikit pun rasa hormat dan sensitif jemaah menteri kepada perasaan majoriti umat Islam dan warga pribumi di negara ini. Pembatalan konsert sebelum ini, bukan kerana menghormati hari kemerdekaan ke-51 tetapi hanya kerana kelambatan permohonan permit.
Maruah umat Islam dan rakyat Malaysia seperti dipijak-pijak dan dipermain oleh para jemaah menteri, semata-mata untuk menjaga hati Avril Lavigne.Di mana pemimpin-pemimpin UMNO yang kononnya hendak memperjuangkan nasib umat Melayu dan Islam di negara ini. Mana perginya konsep AL-Falah laungan Najib dan Islam Hadhari yang di banggakan oleh Pak Lah?. Apa yang Shafie Afdal buat dalam KEKKWA untuk mempertahankan hak kesenian dan warisan bangsa, atau Shafie telah menyenaraikan budaya kebebasan barat sebagai salah satu budaya warisan bangsa?Ini juga menunjukkan kesediaan UMNO bermuzakarah dan berbincang isu umat Islam dan Melayu hanyalah hangat-hangat tahi ayam.
Pemuda Wilayah melihat seolah-olah menteri-menteri UMNO tunduk kepada tekanan luar apabila tiba-tiba sahaja bersetuju meluluskan konsert berkenaan. Menteri-menteri UMNO bacul kerana tidak dapat mempertahankan maruah umat Islam dan Melayu di negara ini.Pemuda Wilayah akan menghantar semula memorandum kepada pihak kerajaan bagi membantah dan mengutuk sekeras-kerasnya kelulusan yang telah diberikan. Jika perlu Pemuda Wilayah akan turun berdemonstrasi di jalan raya membantah konsert Avril.
Pemuda Wilayah juga akan mengajak NGO-NGO Islam seperti GPMS, PPIM, PEKIDA, ABIM, JIM, TERAS dan GAMIS sama-sama membantah konsert tersebut. Ini bukan untuk kepentingan politik kerana ini membabitkan soal akhlak dan moral umat Islam.

Aug 26, 2008

peristiwa di bulan Ramadhan

  • Di bulan Ramadhan Al Qur’an di turunkan. Dialah wahyu Allah yang menjadi petunjuk hidup manusia. Dialah mu’jizat yang dianugerahkan Allah kepada manusia.
  • Tanggal 17 Ramadhan tahun ke-2 Hijrah, hari Jum’at pagi, terjadi peperangan Badr al-Kubra. Sebuah perang besar terbuka yang pertama kalinya terjadi antara kaum Muslimin melawan kaum musyrik. Pertempuran terjadi di sebuah lembah di dekat kota Madinah, yaitu di Badr. Kekuatan kaum Muslimin waktu itu, sekitar 300 orang, setiap dua orang satu unta. Sedangkan kekuatan kaum kafir sekitar 1000 orang dengan perincian 700 orang naik unta dan lebih dari 100 orang adalah pasukan berkuda. Berarti satu orang Muslim harus menghadapi 3 lawan. Pertempuran dimenangkan oleh kaum Muslimin dengan gilang-gemilang.
  • Tanggal 18 Ramadhan tahun ke-8 Hijrah Rasulullah bersama 12 000 kaum Muslimin bertolak dari Madinah menuju Makkah untuk membebaskan Makkah. Peristiwa bebasnya kota Makkah terkenal dengan sebutan Futuh Makkah. Pembukaan kota Makkah menandai sebuah era baru di dalam Islam, setelah sebelumnya kaum Muslimin selalu disiksa, ditindas, bahkan terakhir dikepung oleh pasukan Ahzab (sekutu) selama berminggu-minggu di Madinah. Era baru yang dibangkitkan oleh Rasulullah dengan perang Ahzab dengan sabdanya,“Kaum Quraisy tidak akan berani mendatangi (menyerang) kamu sesudah tahun ini, telah lenyap musnah kekuatan mereka, dan mereka tidak akan memerangi kita sesudah hari ini, dan sekarang giliran kita akan memerangi mereka, Insya Allah.“
  • Bulan Ramadhan tahun ke-91 Hijrah, kaum Muslimin di bawah pimpinan panglima Thariq bin Ziad membuka Andalusia(Spanyol). Peristiwa ini dikenal dengan sebutan Futuh Andalusia. Thariq bin Ziyad menyeberangi selat antara Afrika dan Eropah atas perintah Musa bin Nushair penguasa Islam kala itu. Ketika pasukan Islam sudah sampai di seberang, diperintahkannya agar kapal-kapal perang Islam dibakar. Kemudian ia berpidato didepan pasukannya :„Musuh di depan kalian. Apabila kalian mundur, maka lautan dibelakang kalian..“ Agaknya langkah yang beliau ambil dalam membangkitkan semangat kaum muslimin sangat tepat. Tidak ada lagi jalan untuk mundur. Yang ada hanyalah berjuang sekuat tenaga dan mengharap pertolongan Allah. Berturut-turut kota demi kota jatuh ke tangan kaum Muslimin. Akhirnya pada bulan Ramadhan jatuhlah Andalusia ke tangan kaum Muslimin. Sejarah mencatat bahwa di kemudian hari Andalusia menjadi pusat ilmu pengetahuan dan menjadi mercu peradaban manusia di zamannya. Kemajuan teknologi yang diperoleh orang-orang Eropah zaman sekarang hanyalah merupakan perpanjangan teknologi umat Islam masa silam.
  • Futuh bilaad Al-Ghaal (dibukanya daerah „Ghaal“ atau dalam bahasa Perancis pays des Gualles). Jatuhnya daerah Ghaal yang sekarang letaknya di Perancis juga terjadi di bulan Ramadhan. Peristiwa ini terjadi di zaman Islam di Andalusia.
  • Ma’rakah ‘Ainu Jaaluut (perang ‘ainu jaaluut). Peperangan ini terjadi dengan latar belakang jatuhnya Daulah Abbasiyyah. Kala itu pasukan Tartar (Mongol) yang ganas mengirim ekspedisi ke arah barat. Ketika sampai di daerah kekhalifahan Abbasiyyah terjadilah pengacauan-pengacauan sampai akhirnya mereka bergerak menuju Baghdad. Baghdad yang kala itu merupakan pusat intelek berhasil mereka hancurkan. Khalifah beserta segenap keluarganya mereka bunuh. Buku-buku perpustakaan di Baghdad mereka tenggelamkan di Sungai Tigris untuk membuat jembatan penyeberangan. Dalam sejarah digambarkan betapa air sungai Tigris kala itu berwarna kehitam-hitaman karena terlalu banyaknya tinta yang larut. Demikianlah akhir dari sebuah peradaban modern Islam di Baghdad. Pasukan Mongol terus bergerak ke barat menuju Syams (sekarang meliputi Syria, Palestina, Yordania, Libanon). Umat Islam tidaklah tinggal diam membiarkan orang-orang kafir merobek-robek kemuliaan umat. Penguasa Mesir kala itu Sa ifuddin Quths menggerakkan pasukan Islam menuju Syams untuk menghalang orang-orang Mongol. Seorang tokoh penting yang sangat berpengaruh membentuk kepribadian Quths adalah seorang ulama yang bernama Al-’Izz bin ‘abdis Salaam. Beliaulah yang mentarbiyyah (membina) Saifuddin Quths menjadi seorang berkepribadian islami. Dua buah pasukan besar tersebut akhirnya bertemu di sebuah tempat yang bernama ‘Ainul Jaaluut (letaknya di Palestina). Sejarah akhirnya mencatat bahwa di‘ainul Jaaluut-lah akhirnya ekspansi pasukan Tartar dipatahkan oleh kaum Muslimin.

Tetamu Senja...


Kita datang ini hanya sebagai tetamu senja
Bila cukup detik kembalilah
Kita kepadanya
Kita datang ini kosong tangan dada
Bila pulang nanti bawa dosa bawa pahala

Pada tetamu yang datang dan
Kenal jalan pulang
Bawalah bakti mesra kepada
Tuhan kepada Insan
Pada tetamu yang datang
Dan lupa jalan pulang
Usahlah derhaka pula
Pada Tuhan kepada insan

Bila kita lihat manusia lupa tempat
Atau segera sesat puja darjat
Puja pangkat
Segera kita insaf kita ini punya kiblat
Segera kita ingat kita ini punya tekad
Bila kita lihat manusia terbiar larat
Hingga mesti merempat ke laut biru
Ke kuning darat
Harus kita lekas sedar penuh pada tugas
Harus kita tegas sembah
Seluruh rasa belas

Kita datang ini satu roh satu jasad
Bila pulang nanti bawa bakti padat berkat
Kita datang ini satu roh satu jasad
Bila pulang nanti bawa bakti padat berkat
~ A. Samad Said
Syair A.Samad Saidbanyak mmberi keinsafan pd dri ana..diharap syair ini memberi kesedaran kepada semua sahabat...



Marhaban Ya Ramadhan....

Dalam Kitab Durratun Naasihiin diriwayatkan tentang kisah disyari’atkannya puasa.
Dikatakan bahwa yang dimaksud dengan puasa ialah menekan musuh Allah (Setan). Dan sesungguhnya setan memanfaatkan nafsu syahwat sebagai alat penggoda. Kekuatan sang nafsu akan bertambah disebabkan makan dan minum.
Karena itulah menurut kisah kejadiannya, bahwa setelah Allah menciptakan akal dan nafsu, Allah memerintahkan mereka menghadap-Nya. Kemudian ditanya satu persatu. Sang akalpun datang menghadap dan ketika disuruh berbalik, berbaliklah ia. Lalu Allah pun bertanya kepadanya, “Man ana wa man anta? (siapa saya dan siapa kamu?)”. Maka dengan tawadhu’ sang akal menjawab, “Anta Rabbiy wa ana ‘abduka adh dhoif (Engkau Tuhanku dan aku hamba-Mu yang lemah)”. Karena itu Allah memberinya kemuliaan.
Sedangkan nafsu, ketika diperintahkan untuk menghadap, ia diam saja tidak menjawab. Dan ketika ditanya dengan pertanyaan yang sama, dengan sombongnya dia menjawab, “Ana wa ana, Anta wa anta (aku ya aku, Engkau ya Engkau”. Karena kekurangajarannya itulah maka Allah menghukumnya dengan memasukkan dia ke dalam neraka jahiim selama seratus tahun. Setelah dikeluarkan dari neraka dan ditanya dengan pertanyaan semula, diapun menjawabnya dengan jawaban yang sama. Akhirnya Allah menempatkannya di dalam neraka Juu’ (tempat dengan rasa lapar yang amat sangat) selama seratus tahun pula. Ia dibiarkan tanpa makan dan minum. Dan ternyata puasa itulah yang membuatnya sadar dan tak berdaya. Ia menyerah dan mengakui bahwa Allah adalah Tuhan yang menciptakannya.
Demikianlah, kisah klasik yang terdapat dalam kitab Durratun Naasihiin yang menjelaskan bahwa puasa adalah sarana yang paling ampuh untuk menundukkan hawa nafsu.
*****
Alhamdulillah kita masih diberi kesempatan untuk menjumpai bulan Ramadhan dan menjalankan ibadah puasa di bulan ini. Semoga puasa kali ini dapat lebih meningkatkan ketaqwaan kita dan menajamkan mata hati kita. Kepada muslimin,muslimat,sahabat dan sahabiah yang menjalankan ibadah puasa, tak lupa saya ucapkan: